Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Membuat Itinerary ke Bali

Saat merencanakan perjalanan, itinerary sangat dibutuhkan demi lancarnya agenda traveling. Pada dasarnya ini adalah daftar kegiatan serta estimasi bujet yang akan dikeluarkan saat perjalanan. Itinerary bisa dibilang teman atau panduan dalam menaklukkan destinasi yang Anda tuju, yang biasanya mencakup daftar destinasi, jadwal per hari, akomodasi, transportasi, sampai keperluan lainnya seperti berbelanja oleh-oleh. Itinerary yang baik adalah yang efisien secara pergerakan, detail dalam pencatatan dan mudah dipetakan kembali dalam kepala.

Membuat Itinerary ke Bali

Membuat Itinerary ke Bali

Menyusun itinerary bisa dibilang gampang-gampang susah. Anda perlu menginvestasikan banyak waktu untuk mengumpulkan informasi, melakukan riset dan membuat daftar. Namun, tentu saja itu semua tergantung pada tipe traveler masing-masing orang. Apakah Anda tipe traveler yang ingin bersantai, tidak terlalu peduli berapa banyak tempat wisata yang hendak Anda tuju, yang penting relax dan fun? Ataukah Anda tipe traveler yang ingin mengunjungi banyak tempat tapi dibatasi oleh waktu dan biaya? Bila Anda tipe yang terakhir, maka itinerary wajib dipersiapkan, dan berikut tips untuk menyusunnya. Disimak ya,

1. Tentukan Destinasi

Hal yang paling penting tentu adalah destinasi. Tujuan perjalanan akan sangat mempengaruhi biaya yang harus Anda keluarkan. Semakin jauh jaraknya, maka akan semakin besar pula biayanya. Namun, jarak yang dekat juga terkadang menguras banyak biaya dikarenakan lokasinya yang eklusif atau jarangnya transportasi. Untuk itu Anda perlu mempertimbangkan baik-baik ke mana akan pergi dan berapa lama waktu yang akan dihabiskan di sana untuk kemudian bisa disesuaikan dengan bujet liburan Anda.

Destinasi wisata bisa juga disesuaikan dengan minat dan hobi Anda. Bila Anda menyukasi wisata alam Bali, maka buatlah itinerary yang porsi wisata alamnya ditambah. Bila lebih suka belanja, kunjungan ke pasar tradisional atau malnya bisa lebih banyak. Lain halnya bila Anda sangat suka sejarah, maka jadwalkanlah tur seharian ke museum. Intinya semua yang ada dalam itinerary haruslah sesuai dengan keinginan Anda sebagai traveler, yang kemudian bisa ditambah dan dikurangi berdasarkan waktu dan keadaan keuangan masing-masing.

2. Kumpulkan Informasi dan Beli Buku Panduan

Bila Anda sudah memutuskan untuk berlibur ke Bali, maka tahap selanjutnya adalah melakukan riset dan survey. Anda bisa mencontek itinerary dari travel agent, atau blog perjalanan yang sedang booming. Anda tinggal googling dan itinerary ke Bali akan mudah Anda temukan. Tidak cukup hanya satu atau dua travel blog yang harus Anda singgahi. Semakin banyak informasi yang terkumpul akan semakin baik. Terutama bila tempat wisata yang akan Anda pilih adalah yang umum atau sudah mainstream, maka travel blog akan memberikan Anda informasi yang up to date.

Bagi yang malas browsing, buku panduan layak dicoba sebagai pedoman. Buku panduan perjalanan biasanya memberikan gambaran detail suatu daerah. Pada umumnya buku jenis ini sudah dilengkapi dengan tempat-tempat menarik, lokasi hotel, restoran, rute kendaraan, dan bahkan contoh itinerary. Dengan cara ini akan lebih memudahkan Anda mengalokasikan waktu dan biaya.

3. Pastikan Durasi Perjalanan

Setelah menentukan destinasi yang hendak dituju, maka langkah selanjutnya dalam membuat itinerary adalah memastikan lamanya waktu perjalanan Anda. Berapa lamakah waktu yang Anda punya untuk traveling kali ini? Satu minggu, dua minggu, atau satu bulan? Apakah Anda ingin traveling santai, ataukah ingin mengejar waktu supaya bisa mengunjungi banyak tempat wisata dalam satu hari? Tentunya pilihannya akan berbeda-beda untuk setiap orang.

Anda harus teliti mengatur waktu berlibur Anda, terutama bila mengingat waktu Anda terbatas. Berapa lama Anda akan tinggal di Kuta, sebelum pindah ke Ubud misalnya? Dalam satu hari, berapa banyak objek wisata di Bali yang akan Anda kunjungi? Perhatikan juga alokasi waktunya bila Anda harus berpindah dari satu tempat wisata ke tempat wisata lainnya. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada objek wisata yang ketinggalan atau tidak sempat Anda kunjungi karena waktu liburan yang sudah habis.

4. Susun Daftar Tempat Wisata Yang Akan Dikunjungi

Usai menentukan lamanya perjalanan, maka langkah yang tak kalah pentingnya ada dalam itinerary Anda adalah mencari informasi tempat wisata apa saja yang menarik. Adakah tempat wisata tertentu yang menarik perhatian Anda, misalnya wisata kuliner, wisata belanja, wisata historis, wisata alam, atau gabungan semuanya? Saring berbagai macam lokasi wisata tersebut, dan susunlah daftar tempat yang akan dikunjungi. Jangan lupa untuk menyocokkan destinasi dengan jam buka tutupnya. Pastikan juga destinasi ini bisa Anda kunjungi secara berurutan atau sekali jalan, dan mobilitas angkutan umumnya jelas dari satu tempat ke tempat lainnya.

Yang terpenting dalam hal ini adalah tempat wisata mana saja yang akan Anda kunjungi, kemudian lihat peta atau google maps terlebih dahulu supaya perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya bisa searah, jadi tidak harus memutar atau membuang waktu. Misalnya Anda akan ke Garuda Wisnu Kencana, maka Anda bisa sekalian ke Pantai Dreamland atau Padang-Padang karena semuanya berada di satu tempat. Awalnya memang cukup membingungkan karena Anda harus berkali-kali mencorat-coret atau mengutak-atik itinerary Anda untuk menemukan pilihan paling pas dari segi biaya, waktu dan tempat wisata. Namun, hal ini sangat diperlukan agar Anda tidak menyesal karena salah memilih rute perjalanan.

5. Pertimbangkan Transportasi Yang Bisa Digunakan

Sebelum berangkat tentunya Anda harus memastikan transportasi dari dan ke destinasi tersebut. Anda bisa memilih angkutan laut, darat atau udara dan memastikan tiketnya tersedia pada tanggal yang diinginkan. Anda juga harus mempertimbangkan transportasi yang akan Anda gunakan selama traveling, seperti bus, taksi, ojek, mobil, motor, dan lain sebagainya. Jika harus naik transportasi publik, Anda wajib memperhatikan jadwal keberangkatan karena tidak semua kendaraan beroperasi setiap waktu.

Apabila Anda berpindah objek wisata, perhatikan pengaturan waktu dalam transportasi antar kota, butuh berapa lama untuk sampai ke objek wisata lainnya. Untuk perjalanan antar kota yang membutuhkan waktu lebih dari 5 jam, Anda harus menambah waktu setengah hari dalam itinerary. Lebih baik pilihlah waktu keberangkatan ke Bali di malam hari agar Anda bisa sekalian tidur di perjalanan jadi esoknya saat jalan-jalan Anda sudah merasa segar. Bila datang sendiri atau berdua dengan pasangan lebih baik sewa motor karena lebih cepat dan hemat. Sewa mobil diperlukan bila Anda datang satu rombongan. Hindari naik taksi sesering mungkin ya !

6.  Cari Penginapan Yang Strategis

Mencari penginapan bukanlah perkara mudah, jadi dianjurkan Anda sudah mem-bookingnya di awal sebelum berangkat ke tempat tujuan. Selain lebih efisien, memesan kamar di awal bisa jadi lebih murah karena pihak hotel atau villa di Bali biasanya menawarkan diskon khusus bagi wisatawan yang memesan beberapa hari atau minggu sebelumnya. Hal ini juga untuk menghindari kehabisan tempat bila kebetulan liburan Anda bertepatan dengan high atau peak season sehingga banyak penginapan yang penuh.

Baik hotel, villa atau guest house, pilihlah yang strategis. Perhatikan ketersediaan tempat makan atau mini market di sekitar penginapan agar Anda tidak perlu keluar biaya transportasi tambahan untuk sekadar membeli snack. Bila ingin lebih hemat, pastikan penginapan yang Anda sewa sudah termasuk gratis sarapan. Anda bisa membandingkan berbagai tarif hotel per malam menggunakan aplikasi pemesanan online yang kini banyak tersedia.

7. Atur Bujet Dengan Cermat

Ada banyak pilihan tempat wisata di Bali, baik itu yang murah atau yang mahal. Sama halnya dengan tempat makan, hotel, dan transportasi, ada yang cukup terjangkau dan ada yang harganya selangit. Parameter mahal dan murah bisa dipastikan sangat relatif bagi setiap orang. Semua tergantung dari kondisi finansial dan kebiasaan hidup tiap individu. Oleh karena itulah ada baiknya Anda menghitung dulu semua estimasi biaya berdasarkan itinerary yang Anda buat, untuk kemudian disesuaikan dengan bujet yang Anda punya.

Satu hal yang paling penting adalah jangan lupa untuk mengestimasikan pengeluaran Anda sesuai standar hidup di destinasi tersebut. Misalnya, harga nasi campur di Jogja tentu berbeda dengan harga nasi campur di Bali, bisa lebih murah atau lebih mahal. Untuk itu jangan hanya menghitung berdasarkan kebutuhan, tetapi juga berdasarkan bujet yang ada karena yang namanya pengeluaran bisa fleksibel. Sisihkan juga dana darurat sebagai cadangan untuk mengantisipasi pengeluaran tak terduga.

8. Simpan Itinerary Dalam Bentuk Hard Copy dan Soft Copy

Dengan berbagai informasi di atas, Anda mungkin sudah bisa menyusun itinerary yang sempurna. Mulai dari naik apa, menginap di mana, pergi ke mana dan makan di mana, begitu seterusnya sampai akhir liburan. Semakin detail Anda menuliskannya, maka akan semakin bagus, misalnya dengan tambahan keterangan waktu dan jumlah biaya yang akan dikeluarkan.
Begitu sudah siap, simpanlah itinerary Anda dalam hard copy dan soft copy.

Untuk soft copy-nya Anda bisa menyimpannya di ponsel atau email. Tapi siapkan juga dalam bentuk hard copy dan bawalah catatan itu ke mana pun Anda pergi. Hal ini untuk menghindari kebingungan bila mendadak tidak ada jaringan internet atau baterai ponsel Anda habis. Jangan lupa sisipkan contact person atau orang-orang yang bisa Anda hubungi saat perjalanan dalam itinerary. Anda bisa mengumpulkan informasi mengenai nomor telepon rumah sakit, hotel, restoran cepat saji, teman lama, atau sanak saudara sehingga perjalanan Anda lebih optimal.

9. Lakukan Sesuai Preferensi Anda

Karena ini judulnya liburan maka tetaplah utamakan preferensi Anda. Beberapa traveler berpendapat bahwa itinerary yang terlalu detail akan membuat mereka merasa bosan dan kurang tantangan. Untuk itu jadikanlah itinerary sekadar referensi agar setidaknya Anda tidak merasa tersesat. Sementara itu, usahakan dalam pelaksanannya tetaplah fleksibel sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada di lapangan. Hal ini dimaksudkan supaya Anda tetap merasakan kejutan dalam setiap perjalanan Anda.

Sekali lagi, setiap traveler memiliki gaya yang berbeda-beda. Ada yang menyukai wisata sejarah, wisata belanja, wisata alam, dan wisata kuliner. Bila Anda masih bingung menentukan referensi harus ke mana, maka kembalilah pada preferensi Anda sebagai pedoman. Tanyakan pada diri Anda apa yang menurut Anda paling berkesan dalam sebuah perjalanan dan tambahkan kata ‘paling’ di depannya. Misalnya, makanan tradisional di Bali paling enak, pantai paling indah di Bali, atau objek wisata paling unik, dan sebagainya. Gunakan semua informasi itu sebagai panduan untuk menyusun itinerary perjalanan Anda, serta tambahkan alokasi waktu dan biaya sebagai faktor penentu tambahan. Selamat berlibur ya !

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *